Tidak Ada Insentif, Tim Vaksinator: Pemda Mandi Pujian, Tim Vaksinator Mandi Suar

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

MOROTAI,MPe – Sejumlah anggota Tim Vaksinasi di Kabupaten Pulau Morotai pertanyakan insentif vaksinasi untuk tenaga medis, baik itu ASN maupun Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

Pasalnya, sudah hampir kurang lebih satu tahun melaksanakan vaksinasi di berbagai tempat, tim vaksinator di Morotai tidak menerima insentif dari Pemerintah Daerah Pulau Morotai.

“Pelaksanaan dari Februari berlanjut sampai sekarang, Tapi kita tidak terima insentif Vaksinasi. Jadi Pemda mandi pujian, Tim Vaksinator mandi suar,” ungkap sejumlah tenaga medis yang turut terlibat dalam program Vaksinasi 2021 yang tak namanya di Publis, Sabtu (30/10).

Padahal, lanjut mereka, soal insentif tenaga kesehatan dalam proses percepatan vaksinasi itu sudah termuat di dalam Surat Edaran (SE) Mentri Keuangan Nomor SE-6/PK/202, Tentang dukungan pendanaan daerah dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang di tujukan kepada Gubernur, Bupati dan Wali Kota di seluruh Indonesia.

“Dalam surat edaran itu sangat jelas, dimana pada butir Dua huruf D itu menerangkan bahwa insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi COVID-19,” katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, lebih jelas lagi, soal insentif itu termuat dalam butir Tiga Surat Edaran menteri keuangan tersebut, dimana dalam bunyi butir Tiga itu mengatakan diberikan dukungan pendanaan pelaksanaan Vaksinasi dan juga pembayaran insentif.

“Jadi dalam butir Tiga itu lebih jelas lagi bahwa dan juga termasuk pendanaan untuk pembayaran insentif atau honor kepada tenaga kesehatan yang melaksanakan vaksinasi, termasuk dari Unsur TNI/Polri, Bidan serta tenaga yang di perbantukan lainnya yang di tunjuk oleh pemerintah Daerah,” jelas mereka.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pulau Morotai, dr. Giscard Kroons, ketika dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon mengaku bahwa kerja Tim Vaksinator di Pulau Morotai itu tanpa Insentif.

“Insentif tim Vaksinator itu memang tidak ada,” ujarnya.

Selain itu kepala dinas yang juga turut terjun langsung ke lokus pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari tim pelaksana vaksinasi memberikan apresiasi kepada seluruh tim vaksinasi yang terlibat dalam pelayanan vaksinasi walaupun tidak diberikan insentif khusus tetapi tetap berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pulau morotai.

“Terus terkait dengan insentif itu nanti konfirmasi ke tim anggaran pemerintah daerah saja karena sudah diusulkan hanya saja kemarin memang tidak diakomodir. Jadi bukan tidak di bayar, tapi memang karena tidak ada anggarannya, selain itu sebagai ASN kita juga sudah menerima tambahan penghasilan berupa TPP,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi merupakan tugas dan tanggungjawab tenaga medis baik itu ASN maupun TKD, pelayanan vaksinasi ini merupakan bagian dari tugas k sebagai tenaga kesehatan baik itu ASN ataupun Honorer.

“Ketika kita sudah di gaji oleh negara ya itu merupakan tugas kita. Jadi jangan berfikir kita buat ini harus dibayar semua, tapi itu sudah sebagian tugas sebagai seorang ASN dan Tenaga Kontrak yang di gaji oleh negara, karena pelayanan vaksinasi merupakan salah satu intervensi dalam penanganan COVID-19, oleh karna itu dibutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam mencapai target vaksinasi di pulau morotai agar dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 dan mendorong terbentuknya herd imunity di kabupaten pulau morotai. Sekarang merupakan moment yang tepat bagi tenaga kesehatan untuk memberikan yanh terbaik bagi daerah disaat daerah membutuhkan tenaga kita,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Andrias Thomas selaku ketua tim anggaran pemerintah daerah, ketika dikonfirmasi media ini via telepon belum direspon hingga berita ini dipublis. (lud)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *