Data Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Polres Tidore Belum Rampung

  • Whatsapp
banner 468x60

TIDORE,MPe- Kepolisian Negara RI Resort (Polres) Tidore Kepulauan melalui Reserse Kriminal (Reskim) Tidore sampai sejaih ini belum merampungkan data kasus persetubuhan anak di bawah umur dikarenakan masih kasus yang ditangani di berbagai Polsek.

Pasalnya, sejumlah kasus persetubuhan anak dibawah umur yang terjadi di Kota Tidore Kepulauan di tahun 2020-2021 saat ini, pihak Polres masih menunggu data dari Polsek Oba dan Oba Utara.

“Iya, memang kalau dua Polsek itu sudah masuk dalam penyidikan, akan tetapi masuk di pulau Tidore yang tanganinya dari Reskim Polres Tidore Kepulauan,”kata Kasat Reskim Polres Tidore Kepulauan Redha Astrian,S.T.K, Senin (22/11/2021).

Sementara kasus seorang ayah berinisial S (47) telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri di Kelurahan Fobaharu di 21 Juli 2021 yang lalu sudah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Soasio untuk saat ini menunggu jadwal sidang dari Pengadilan Negeri.

“Untuk kasus persetubuhan anak dibawah umur hanya dua kasus. Dan kasus lain, kami sudah selesaikan melalui restoratjastis karena ada mediasi terhadap pihak terlapor maupun pelapor,”jelasnya.

Dia bilang, terkait dengan dua kasus persetubuhan anak dibawah umur ini, dikarenakan satu kasusnya sudah diversi disebabkan masih dibawah umur dan apabila berhasil,maka sudah selesai.

Selain itu, lanjut Redha, sesuai data yang kami peroleh ada salah satu kasus percobaab pemerkosaan dihentikan dikarenakan tidak cukup bukti dan terlapor tidak kooperatif.
“Kami sudah berupaya panggil dan tidak pernah hadir maupun yang bersangkutan tidak pernah datang,”ungkapnya.

Ada juga kasus pencabulan karena dianggap sudah dewasa sehingga kasusnya dihentikan karena tidak cukup bukti, maupun kasus pemerkosaan juga kami hentikan kasusnya dikarenakan tidak cukup bukti sebab ada hubungan suka sama suka. Dan satu kasus lagi, terkait dengan penyebaran foto sehingga dianggap melanggar Undang-undang asusila dan diversikan karena terlapor di bawah umur.

Daripada itu, ada salah satu pemerkosaan orang dewasa telah dihentikan kasusnya karena tidak cukup bukti.

“Jadi ini sudah akhir tahun, makanya kami akan meminta waktu untuk gelarkan pres rilisnya saja. Karena saat ini kami masih menunggu data-data dari masing-masing Polsek, dan saya lebih focus kepada persetubuhan anak dibawah umur,”ujarnya.(len)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *