Malut Diprediksi Alami Kelangkaan Minyak Goreng

  • Whatsapp
banner 468x60

TERNATE,MPe-Kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi faktor utama melonjaknya harga minyak goring saat ini dan Provinsi Maluku Utara diprediksk akan terkena dampak tersebut.

Seban, kelangkaan dan kenaikan harga pasti akan terjadi, masyarakat akan semakin menjerit.

Di tengah melonjaknya harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir, kini minyak goreng kemasan dikabarkan mengalami kelangkaan. Pedagang dan konsumen pun ikut terdampak kondisi ini.

Berdasarkan laporan DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Maluku Utara menyebutkan, dalam beberapa hari belakangan untuk stok masih belum mempengaruhi. Akan tetapi mulai teradi adanya pembatasan jatah yang diberikan kepada sejumlah ritel di Maluku Utara.

“Dari laporan anggota Aprindo saat ini stok tidak bermasalah, akan tetapi sudah mulai terjadi pengurangan jatah saat adanya permintaan dari sejumlah gerai di Maluku Utara. Beberapa teman pengusaha saat menyampaikan permintaan tetapi mulai dibatasi jatahnya,”kata Ketua DPD Aprindo Maluku Utara, Abdurahman Lahabato kepada wartawan Rabu (24/11/2021) malam.

Bahkan di pasaran saat ini mulai adanya gejala kelangkaan stok pada minyak goreng merek tertentu di pasaran, tak hanya itu permintaan pun saat ini telah dibatasi. Aprindo Maluku Utara kata Aburahman Lahabato, mencatat untuk permintaan dan stok produksi atau forcase product permintaan hanya dapat 60 sampai 70 persen saja.

Ke depan nanti kata Senator (DPD RI) dua periode, seiring Natal dan Tahun Baru kebutuhan akan minyak goreng semakin tinggi. “Problemnya stok terbatas sementara kebutuhan atau permintaan cukup tinggi,”kata Lahabato.

Ketua DPD Aprindo Maluku Utara, Abdurahman Lahabato

Kendati begitu, Lahabato berharap kepada masyarakat sebagai konsumen untuk tidak panik dan akan memborong stok secara gila-gilaan. Aprindo dalam beberapa hari ke depan akan melakukan koordinasi dengan insntansi terkait terutama Polda Maluku Utara melalui Satgas mengantisipasi terjadinya aksi spekualan dan penumbunan stok.

“Aprindo akan berkoordinasi terutama Polda agar mengantisipasi adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi kelangkaan stok minyak goreng. Ini sudah menjadi keputusan pengurus Aprindo,”sebutnya.

Kenaikan harga minyak goreng terpantau masih melambung pada hari ini, Sabtu (20/11). Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga minyak goreng tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo yakni Rp23.450 per kg. Diikuti oleh Provinsi Papua Barat seharga Rp20.450 per kg.

Sedangkan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan harga dibanderol sebesar Rp19.550 per kg. Adapun, harga minyak goreng termurah ada di Provinsi Maluku Utara di kisaran Rp16.450 per kg. (red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *